8 juni 2208 - 8 juni 2009
akhirnya kami memasuki tahun pertama pernikahan kami. tak mudah melewatinya, tapi kami yakin kami bisa. semoga kami bisa menjalaninya sampai tahun-tahun berikutnya sampai kami tak bernyawa lagi.
ditahun pertama ini, kami di anugrahi buah hati yang sangat lucu, semoga kami bisa menjaganya sampai kami tak bernyawa lagi.
Trimakasih sayang, kau telah memberikan arti bagi hidupku. aku begitu beruntung dapat mencintaimu dan dicintaimu.
Hari senin seminggu sebelum ku melahirkan tepatnya tanggal 23 februari aku merasakan sakit perut seperti mules di kantor, aku sempat deg-degan takut takut mulesnya pengen ngelahirin…tetapi sampai aku pulang kantor rasa mules itu berubah menjadi sakit seperti maagh dan perut menjadi keram. tak tahan aku ke dokter…dan seperti biasa dokter memberikanku obat yang lumayan mahal,hehehe dan menyuruhku untuk istirahat dirumah seminggu.
Tibalah di hari sabtu tanggal 28 februari malam sekitar jam 11 malam aku merasakan lapar…dengan perut yang lapar..makanlah aku dengan lahapnya, tapi tak lama setelah makan tiba-tiba aku merasakan mual dan terjadilah muntah yang hebat, arrggghhhh…. lemas aku. masih merasakan lemas, tiba-tiba kepalaku menjadi amat pusing, nyut-nyutan tak karuan….rasanya sakit sekali..karna tak kuat aku minum panadol karna aman untuk ibu hamil dan sambil berharap pusing ini akan hilang. tapi bukannya hilang malah semakin menjadi, tak kuat menahan pusing aku minta ke dokter sama suamiku. jadilah kami pergi ke RS. Azra ke IGD nya karna tengah malam seperti ini tentu tidak ada dokter kandungan yang buka praktek. sampai di rs, diperiksa ma dokter jaga, dan beliau mengatakan “gpp bu, ini pusing karna maagh nya, minum aja obat maagh nya sama panadol nya”. Ya sudah, pulanglah kami kembali tanpa ada obat yang sitebus. sampai rumah, karna lemas aku pun tertidur.
Subuh aku terbangun, perutku lapar. ku minum obat lalu aku makan, tapi setelah makan perutku mual dan akhirnya muntah lagi, tambah lemas saja diriku, kembalilah aku tidur. terbangun jam 7 pagi di hari minggu tanggal 1 maret, tiba-tiba kepalaku pusing lagi dan pandangan mataku sudah kabur, tidak bisa terlihat jernih. ku minta ke suamiku untuk ke tempat praktek dokter kandungan. sampai di sana, dokternya lagi operasi in yang melahirkan. nanti prakteknya jam 10an. ya sudah karna masih lama kami (aku dan suami) memutuskan untuk pulang saja, sembari jalan pulang, aku mencoba untuk sarapan bubur, tetapi apa yang terjadi….bubur belum juga
habis aku pun sudah muntah-muntah lagi dan pandanganku semakin kabur. Jam 10 an aku kembali ke dokter, diperiksa tepatnya di USG, tensi darah dan dinyatakan tensiku normal 110/70. karna melihat kondisiku yang sudah lemas dan tidak bisa masuk makanan, dokter memutuskan agar aku dirawat/ di opname di rs. terpilihlah RS.BMC sebagai rujukan dan dokter pun praktek juga disana. tengah hari bolong, kami ke rs.bmc melalui IGD terlebih dahulu. di periksa tensiku dan ternyata tensiku tinggi 160/120. suster di IGD sempat
bingung karna tensiku sebelumnya di tempat dokter kandungan (dr.lukman) normal-normal saja. dia sempat memeriksa 2 kali tensiku untuk memastikan tapi hasilnya tetap sama, tensiku tinggi. akhirnya suster tsb memanggil dokter jaga untuk memeriksa tensiku kembali memastikan apakah benar tensiku tinggi dan hasilnya sama tensiku tetap 160/120.
Masuklah aku ke ruang perawatna di rs.bmc dan lansung bidan-bidan disana melaksanakan tugasnya, mengambil darahku, memberiku obat, masang infus…pokoknya banyak banget deh. sampai sore, orangtua ku datang, mertua datang, kakak ipar datang dan teman datang… saat itu saat terparah pada penglihatanku…aku benar-benar tak bisa melihat bentuk dan rupa mereka…ditanya mereka memakai baju warna apa saja, aku salah menyebutkan…benar-benar kosong, yang ku dengar hanya suara mereka tanpa tahu wujud mereka walaupun sebenernya aku tahu wujud mereka, hehehe. sore berlalu menuju malam, ketika semua orang pulang dan suamiku mengantarkan mertuaku pulang, tiba-tiba dr.Lukman datang dan bertanya padaku “gmn bu keadannya? masih belum jelas penglihatannya?” kujawab “belum dok, masih samar” dokter bertanya lagi “ini angka berapa bu?” sambil menunjukkan jarinya. aku menjawab “satu dok” padahal aku sama sekali ga tahu angka berap yang ditunjuk oleh dokter (sok tahu ya gw?), dokter nanya lagi “suami ibu mana?” aku jawab “lagi pulang dok” lalu dokter meminta no telp suamiku dan dia menelfon suamiku dan menyuruhnya cepat kembali ke rs.
Setengah jam kemudian, suamiku datang dan langsung menemui dokter,
mereka berbincang-bincang di ruang sebelah tanpa aku mengetahui apa yang mereka perbincangkan. tak lama suamiku datang menghampiriku dan mengatakan bahwa kata dokter aku harus melahirkan sekarang, hatus di operasi sekarang juga tapi tidak di rs.bmc karna dokter ingin aku melahirkan di rs yang ada ICU nya lengkap. beliau menyarankan di rspad, rscm atau harapan kita, tetapi ketiga rs tersebut penuh. bingung mencari di mana lagi,
ternyata di bogor ada ICU yaitu di rs.pmi, ditelfon lah dari rs.bmc ke rs.pmi menanyakan adakah tempat disana dan mereka mengatakan ada, jadilah aku diboyong ke rs.pmi dengan menggunakan ambulans…pertama kali dalam hidupku naik ambulans, hehehehe.
Tiba di rs.pmi, tapi apa yang terjadi??? mereka menolak kedatangan kami, mereka mengatakan bahwa ruangan penuh dan alat nya pun rusak, arrrgggghhhh tadi bilangnya ada tetapi sekarang bilangnya ga ada, terjadi kesalahan informasi yang amat fatal. disitu suamiku sudah kesal dan sedikit marah, untung ada orangtuaku, teteh (kakak iparku) dan bidan dari rs.bmc, sehingga suamiku tak panik. akhirnya kami mencoba nmenghubungi rumah sakit yang ada ICU nya disalah satunya rs.fatmawati dan ternyata di fatmawati masih tersedia ruang, langsung saja tengah malam itu sekitar jam 2 kami berangkat ke rs.fatmawati.
Sampai juga di rs.fatmawati, dan tanpa basi-basi langsung aku dihujam dengan berbagai tindakan, dari USG, ambil darah, infus lagi, suntik obat lagi, periksa vaginal, periksa detak jantung bayi, sampai-sampai aku lemas dan ngantuk sekali. setelah semua tindakan selesai dilakukan, suamiku dipanggil dan dibawalah aku ke ruang operasi. di ruang operasi, persiapan operasi lalu suntik obat bius dan yak dimulailah pembedahan perut itu..tak lama
kira-kira 15 menit langsung terdengar suara bayi dan itu adalah anakku, dan terdengar suara dokter “selamat ibu, bayinya laki-laki”. jam 4.30 pagi anakku lahir di hari senin tanggal 2 maret 2009 dengan berat badan yang amat minim yaitu 1,9kg dengan panjang 49cm, kebayang kan kecilnya?hehehe.
Karna operasi dan anakku prematur, aku tak bisa langsung melihat anakku setelah melahirkan. keadaaanku yang masih di infus dan pandangan yang belum pulih walaupun sudah berangsur membaik dan kondisi anakku yang tak memungkinkan untuk dibawa keluar dari ruangan bayi. sehari kemudian aku baru bisa melihat anakku setelah aku lepas infus dan belajar berjalan serta pandanganku semakin membaik. wah…betapa kecilnya dia tetapi ganteng sekali kau nak, kulitnya putih seperti bule dan hidungnya mancung, bibirnya amat merah, ih…lucu sekali. tak menyangka bagiku, aku punya anak??? perasaan kemaren aku baru lulus kuliah, hehehe sekarang aku punya
anak. lengkap sudah kebahagianku, menjadi istri bagi suamiku dan ibu bagi anakku. itu sedikit cerita tentang sejarah melahirkan diriku yang bisa dibilang diluar yang dibayangkan sebelumnya. aku melahirkan di saat kandunganku memasuki 31 minggu 2 hari, belum genap 8 bulan. jadilah anakku termasuk kategori bayi prematur, tetapi untungnya dia tidak mengalami gangguan apapun, sehat dan bagus kondisinya, hanya berat badannya saja yang rendah.
Oh ya, nama anakku Mikail Shira Aydin Hadi yang artinya Pemimpin
perkasa pembawa rezeki yang selalu bernyanyi untuk kesejahteraan, cerdas dan memandu kearah kebaikan. untuk cerita selengkapnya mengenai nama anakku dan kenapa kami memberi nama seperti itu, dapat dilihat di blog suamiku di : http://hawarihadi.wordpress.com/2009/03/09/arti-nama-anakku/
dan
http://www.facebook.com/profile.php?id=1022427413#/note.php?note_i
d=55288399291.
atau kalau kalian mau melihat anakku bisa di :
http://www.facebook.com/profile.php?id=1503405174&ref=name
Selamat bersenang-senang….
Tubuhku bertambah besar?
jawabannya adalah Yup, itu betul sekali. mungkin buat kalian yang mengenal dan mengetahui siapa diriku, bagaimana body tubuhku pasti akan mengatakan hal yang sama bahwa sekarang tubuhku BESAR……….. dibandingkan 7 bulan yang lalu.
begitu cepatkah tubuhku menjadi besar? sekali lagi YUP itu benar. dalam hitungan hanya beberapa bulan saja aku menjadi besar. ya itu karena aku sedang hamil, hehehe. tetapi perubahan tubuhku ini membuat aku aneh melihat perubahan itu sendiri. bagaimana tidak? aku tidak pernah memiliki bentuk muka yang bulat, tetapi sekarang….BULET banget alias tembem abis. bahkan dulu tulang pipiku terlihat, sekarang tak ada lagi, hiks. Leherku yang kurus dan panjang sekarang menjadi besar dan tak terlihat panjang alias pendek.
berat normalku sekitar 45kg, dan sekarang…aku sudah naik 10kg menjadi 55kg. Wah hebat sekali aku….bisa naik sepuluh kilo dengan begitu cepat, hahahaha. perutku pun semakin membesar karna tentu saja calon bayiku juga semakin membesar. seperti layaknya ibu-ibu hamil lain yang mengalami perubahan dan pembengkakan tubuh, akupun demikian, termasuk pembengkakan di tangan dan kakiku. kakiku sempat terlihat seperti kaki gajah…besar tak ada indahnya, hahahha. sampai-sampai aku harus membeli sepatu baru untuk kerja karena sepatuku sudah tak muat lagi. sendal jepit yang bisanya kebesaran saja, sekarang menjadi tak muat di kakiku, begitu besarnya kakiku.
Tapi…semua perubahan itu kunikmati setiap detiknya. ini adalah hal pertama dalam hidupku merasakan perubahan yang luar biasa ini. memiliki seorang calon bayi di rahimku yang sekarang dia sudah luar biasa sekali bergerak di perutku, bertambahnya berat badanku dan segala macam perubahan yang tak pernah terbayangkan olehku. aku bersyukur dapat menikmatinya, walaupun terkadang aku merasa tersiksa akan perubahan itu….tapi rasa nikmat itu mengalahkan siksaan yang ada. Hal luar biasa menjadi seorang IBU.
Aku Dulu :
Aku Sekarang : 

Berubah kan???? mungkin terlihat jelas kalo lihat langsung….
Hari terkahir di Bangka….
pesawat kami dijadwalkan jam 11.40. jadi kami musti ada di bandara sebelum jam tersebut. tadi malam aku sudah berkemas-kemas agar tak ada yang tertinggal nantinya. jam 9 pagi itu aku telah siap dan langsung menuju ke kamar orang tuaku. tapi ternyata disana mamaku tidak ada, sedang membeli oleh-oleh kata papa….temen mama banyak yg nitip…ah macam-macam saja batinku.
sambil menunggu mama balik, ternyata kerabat pada datang ke hotel untuk mengucapkan selamat tinggal kepada kami….ok..ok..thanks atas jamuan dan oleh-olehnya, hehehe. karena banyak sekali yang memberikan kami oleh-oleh…kira-kira sekitar 9 kardus oleh-oleh kami bawa. wah berangkatnya hanya membawa 2 koper kecil dan 1 tas, sekarang ditambah dengan 9 kardus oleh-oleh. jam sudah menunjukkan jam 10 dan mamapun telah tiba, sambil berpamitan dengan kerabat, berangkatlah kami ke bandara. tak lama memang perjalanan ke bandara, cukup 15 menit saja kami telah sampai di bandara, tak seperti di Jakarta yang harus minimal 2 jam sebelumnya keberangkatan sudah harus berangkat karna perjalanan ke bandara yang tak dapat di prediksi.
Tiba di bandara….check in….dan menunggu pesawat. seperti biasa pesawat terlambat 1/2 jam. karna lapar…ku memutuskan untuk menuju ke salah satu cafe di bandara yang ternyata harganya mahal sekali….aku memesan 1 pempek, adikku memesan 1 sandwitch, papaku memesan 1 kopi dan suamiku memesan 1 es milo, dan semuanya itu aku harus membayar 11o rb rupiah. sial…mahal sekali….tapi tak apalah sekali-kali pikirku.
tak lama…pengumuman untuk menaiki pesawat telah memenggil, kami bersiap ke pesawat untuk kembali ke Jakarta. kira-kira sejam kemudian akhirnya tiba kami di Jakarta…Welcome home….
Hari ke tiga di Bangka….
Bangun pagi kuterus sarapan…..mungkin karna tidur cukup membuat ku bisa bangun dengan tanpa paksaan, hehehe. setelah sarapan kami bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan wisata kami, hehehe.
Kami menuju ke pantai lagi tetapi kali ini namanya pantai parai. namanya juga bangka, objek wisatanya ya hanya pantai…jadi lumayan bosen juga ngeliat air laut dan ombaknya. di pantai parai, cuaca tak begitu bersahabat, mendung dan angin kencang. tak bisa juga kami bermain air karna takut keseret ombak. air laut lagi pasang saat itu, jadi kami hanya bisa berfoto-foto di pinggir pantai.

setelah puas berfoto-foto walaupun sedikit kecewa dengan cuacanya, akhirnya kami meninggalkan pantai parai. mencoba untuk menjelajahi pantai satunya lagi yaitu pantai pesona….sama seperti parai…ya hanya pantai, sebentar kami disana lalu memutuskan untuk pulang saja lah…udaranya tak bersahabat dan ditambah suami dan adikku sedikit meriang saat itu.
Tepatnya siang tengah hari…kami tiba kembali di kota pangkal pinang, langsung kami cabut untuk makan siang di rumah makan sunda yang terkenal dengan sebutan rumah makan jagung. makanannya lumayan enak dan pengunjungnyapun ramai, kebanyakan para pegawai yang bertandang makan disana. lepas dari sana, kami muter-muter bangka tepatnya pangkal pinang untuk sekedar melihat-lihat kotanya Bangka seperti apa dan tujuan akhirnya adalah membeli oleh-oleh.
tiba di duatu toko oleh-oleh yang isinya semuanya berbagai macam kerupuk, sampai aku sendiri bingung mo beli apa. akhirnya aku membeli oleh-oleh yang kira-kira cukup untuk kantorku dan kantor suami. selesai berbelanja, kembali ke hotel.
bersambung ke hari 4
Hari kedua di Bangka…..
Bangun pagi dibangunkan oleh suamiku, tapi aku masih mengantuk…tak kuasa untuk bangun. jadilah dia bangun terlebih dahulu dan langsung menuju restoran untuk sarapan. kubiarkan saja dia pergi…mungkin lapar sekali dia pikirku. sejam kemudian dia kembali ke kamar dan membangunkan aku yang masih terlelap….”Hai, bangun sayang dan sarapan dulu, aku sudah sarapan” katanya. dengan mata yg berat untuk membuka, akhirnya kupaksakan juga untuk bangun dan ke kamar mandi, sikat gigi cuci muka.
Beranjak pula aku ke restoran sendirian, ternyata di restoran sudah ada mama yg juga sendirian, hehehehe. ternyata adik dan papaku juga belum bangun. sambil ngobrol ngalor ngidul sama mama, selesai juga sarapan pagi itu. ku bergegas ke kamar kembali untuk siap-siap karna jam 10 kami akan di jemput untuk ketempat acara.
Jam 10 kami berangkat ke tempat acara (hajatan orang Bangka). tak lama kami pun sampai ditempat. ramai sekali acaranya…..ya iyalah secara acara nikahan pasti ramai. udara yang amat panas sangat membuat diriku kepanasan ditambah bunyi orkes dangdut yang amat kencang membuat aku semakin tidak ingin berlama-lama ditempat itu. tapi apa daya…ternyata kami memang harus tetap menikmati suasana disana walaupun tak ingin. lambat laun akhirnya selesai juga acara tersebut dan tiba waktunya kami berpamitan untuk kembali ke hotel……..aku ingin tidur….tak tahu mengapa aku merasa ngantuk selama di Bangka. tiba di hotel..kulangsung merebahkan diri di kasur…bobok siang…yummy…
Sore hari kira kiram sekitar jam 4an ku dibangunkan oleh Rio (adik sepupuku) untuk mengajak pergi ke pantai pasir padi. Ok lah…aku bangun dan bersiap untuk pergi ke pantai. kami sekeluargaberangkat ke pantai, tetapi sebelumnya kami mampir ke rumah rekan papa sebentar karna ada yang harus diberikan. dari situ kami langsung go to pantai pasir padi. sudah agak sore dan hampir maghrib kami tiba disana. sunset pun tak ada, yang ada hanya orang-orang yang bertarung dengan motornya di pantai karna air pantai sedang surut. oooo begini hiburan orang bangka kalo ke pnatai, selain melihat air laut dan ombaknya sambil berpacaran dan kongkow kongkow… mereka juga melakukan aktifitas lain yaitu balap motor di pantai.

Foto-foto sebentar karena hari mulai gelap, kami langsung melarikan diri dari sana menuju ke rumah makan. Papa mengajak kami untuk makan seafood di rumah makan A siong atau A hiong atau apa ya???? aku agak lupa namanya, tapi katanya ini cukup terkenal dan enak. dan ternyata memang enak…entah karna lapar atau memang enak beneran, hehehe. kenyang dan pulang ke hotel.
kembali ke hotel untuk tidur dan bersiap untuk esok pagi………
bersambung…..ke hari 3
Sabtu pagi sekitar jam 4 pagi ku tersentak bangun dikagetkan oleh suara alarm. tidak seperti biasanya ku bangun sepagi itu, ku bergegas menyalakan kompor untuk membuat air panas untuk mandi, dingin sekali udara pagi itu. air panas siap dan ku bergegas mandi…fuih…dingin. mandi selesai, ku buat lagi air panas untuk mandi suamiku…sambil ku bangunkan dia. kasihan sekali dia, semalam dia meriang dan sekarang dia harus bangun pagi-pagi untuk pergi ke daerah yang cukup jauh pula. tak tega ku membangunkannya, ku siapkan air panas untuk dia mandi. bergegas kami menyiapkan semuanya dan tepat jam 5 pagi kami berangkat ke cibubur rumah orangtua ku.
Tiba juga di cibubur….kami langsung sarapan dan menunggu teman bokap untuk mengantar kami ke bandara. waktu menunjukkan pukul 7.15, yang mengantarkan kami pun telah datang, akhirnya bergegas kami menuju bandara. tiba di bandara dengan cepat karna perjalanan yang lancar dan tanpa hambatan. langusng kami menuju tempat check in bandara yang cukup ramai saat itu. lumayan lama juga untuk check in saja batinku. mana tidak ada tempat duduk…jadilah aku bersender pada tembok yang kekar.
check in selesai dan kami menuju ke ruang tunggu. masih lama ternyata… bosan menunggu dan akhirnya dapat kabar dari crew maskapai bahwa penerbangan tertunda sekitar 30-45 menit karan pesawat baru tiba. fuih…. tak pernah on time batinku, pasti selalu telat. oh ya…buat aku yang lagi hamil…harus membawa surat keterangan dari dokter karna pasti akan diminta oleh crew maskapai. kayak aku…setiap melewati gate aja pasti
ditanyain… ibu sedang hamil? berapa bulan? bawa surat dari dokter? hal standar yang ditanyain sampai aku bosan sendiri.
“selamat siang, kepada seluruh penumpang penerbangan lion air JT 616 tujuan Pangkal Pinang silahkan naik ke pesawat anda dengan menunjukkan kartu boarding anda. karna beberapa hal, boarding anda dipindahkan ke gate 2. terimakasih”. Sial…kami harus pindah gate? koq bisa-bisanya pesawatnya salah parkir? berjalan lah kami dari gate 7 ke gate 2. dengan susah membawa perut yang semakin besar ini ku berjalan juga menuju pesawat.
perjalanan kurang lebih 1 jam menggunakan pesawat, tiba juga kami di bandara depati amir, Pangkal Pinang. sudah ada yang menjemput kami, bergegas ke mobil dan menuju rumah makan. karna isi perut yang sudah menari-nari, kami memutuskan untuk makan makanan padang yang cepat dan siap saji. tiba di rumah makan Putri Minang Masakan Padang…makanan telah tersaji dan aku memilih menu rendang untuk disantap. Alamak…padeh nian rendang ini….karna lapar akhirnya habis juga nasi rendang yang pedas itu. hah, jarang-jarang aku menghabiskan makanan yang amat pedas. kalaulah tak lapar dan memikirkan bayi di perutku, pasti sudah kutinggalkan nasi itu.
lelah dan kekenyangan membuat kami memutuskan untuk ke penginapan.
sore menjelang, kami pergi ke tempat kelrabat yang besok akan hajatan. bertemu dengan banyak orang yang aku dan suami tak kenal. semua orang menemui orang tuaku. orang tua reunian, aku dan suami mati gaya, bingung mau ngapain. sampai akhirnya magrib dan kami (aku dan suami) memutuskan untuk ke penginapan. biarlah orangtua kami bernostalgia, kami bernostalgia berdua saja di penginapan lebih seru sepertinya.
bersambung…..ke hari 2
Ternyata benar kata orang…Tidak mudah menjadi seorang ibu, begitu banyak perjuangan beliau ke anaknya yaitu harus mengandung, melahirkan dan nantinya merawat anaknya hingga besar. Perjuangan itu baru kurasakan sekarang pada tahap awal tuk menjadi seorang ibu, yaitu mengandung anakku yang ada dalam rahimku. Bagiku itu bukan perjuangan yang mudah….aku harus melewati hal demi hal, tahap demi tahap dari setiap perkembangan kehamilanku. Semua itu kunikmati sekali….
Bulan pertama kehamilan begitu senangnya, aku mengetahui bahwa aku hamil dan ada calon anak dirahimku. belum ada perubahan yang luar biasa pada bulan pertama kehamilanku, aku merasakan feeling great dengan kehamilanku. aku masih bisa makan apa saja sama seperti sebelum hamil, tidak mengalami mual-mual dan aku merasa enjoy.
Bulan kedua dan ketiga kehamilan mulai terasa amat berat. aku sudah dihinggapi rasa morning sick yang luar biasa, ga bisa makan karna selalu muntah dan muntah, ga bisa mencium bau yang aneh. aku sempat stress luar biasa, perutku keram seperti orang kontraksi dan kata dokter itu akibat aku kurang makan minum dan kecapean. Hasilnya…aku jarang masuk kantor karna tubuhku lemah dan capek. Pada bulan ini pun aku tidak ikut puasa ramadhan seperti biasanya karna tidak dianjurkan dokter melihat kondisiku yang lemah. Aku hanya mau makan ikan, minum yang manis-manis dan beli makanan diluar, tidakbisa makan buatan sendiri padahal suamiku sudah mau membuatkannya untukku, tapi….aku tak mau memakannya. Bahkan aku tak mau menyentuh dapur sedikitpun karna bagiku dapur itu tempat yang bisa merangsang rasa mualku.
Rasa mual ini terus berdomisili di diriku dengan amat dahsyat. Aku benar-benar dibuat mati gaya olehnya. banyak hal yang berubah dari kebiasaan2 ku. dari yang dulunya aku begitu amat suka dengan daging, semenjak ku merasakan mual aku tidak mau menyentuh daging sedikitpun karna akan mual dan muntah. ku tak bisa mencium bau nasi dan minum air putih, karna itu semua merangsang rasa mualku. sampai-sampai suamiku bingung harus memebri makan apa untukku. Dokter pun telah memberi obat penghilang rasa mual tetapi tetap saja…………….tidak ada hasilnya.
Memasuki bulan keempat kehamilan….rasa mual dan muntah itu mulai menghilang. aku mulai bisa makan banyak dan makan apa saja. sudah mau minum air putih dan sudah bisa makan masakan sendiri. Fuih…..akhirnya aku merasakan hidup normal lagi. bener juga kata orang-orang, masuk trimester kedua udah mulai enakkan khususnya masalah muntah dan mual. masalah lain tetap timbul yaitu badanku mulai terasa pegal dan sakit. punggungku sudah sering ngilu dan sakit setiap hari, ditambah pinggangku pun nyeri. Wah…rasanya luar biasa….dan aku mengandalkan balsem untuk dioleskan di punngung dan pinggangku agar nyeri nya sedikit reda. Aku berfikir…gimana nanti kalo perutku sudah makin membesar??? pasti akan lebih sakit lagi.
Saat ku menulis ini, usia kandunganku jalan 5 bulan dan perutku sudah mulai membesar. Janin diperutkupun sudah bisa menendang perutku. dia aktif sekali bergerak, kadang sampai kurasakan ngilu diperutku apabila dia mulai menendang-nendang. tapi…itu merupakan hal yang luar biasa untukku, ada calon manusia diperutku dan itu adalah anakku, waw…..tak bisa dibayangkan. Sampai saat ini aku belum tahu apakah janinku berkelamin wanita atau pria….aku sedikit penasaran juga, tapi pria atau wanita bagiku sama saja…yang terpenting dia sehat, normal dan aku bisa melahirkannya dengan baik.
@—Aku Wanita yang Bahagia—@
kini 4 minggu kandunganku berarti sama juga dengan sebulan kandunganku. Fuih, rasanya masih tak percaya menghadapi kehamilan ini, bisa dibilang luar biasa, anugrah yang luar biasa.
Ceritanya begini, setelah seminggu akhirnya aku kedokter lagi seperti yang dianjurkan dokter agar bisa lebih jelas melihat janin di kandunganku, karena berdasarkan pemeriksaan USG pertama kemarin, janinku masih belum spesifik sehingga perlu waktu seminggu lagi untuk menunggu melihat yang lebih spesifik. Jadwal periksa tanggal 29 Juli hari Selasa, aku tiba di dokter tepat pukul 17.30, dokter pun belum tiba, habis magrib kata bidan disana. akhirnya aku daftar terlebih dahulu, tensi darah dan timbang badan. karena katanya habis magrib, baiklah kutunggu, toh ga lama lagi magrib, sambil menunggu banyak juga pasien yang lain daftar untuk periksa. sampai magrib pun telah lewat, dokter tak kunjung tiba, mungkin jam 19.00 akan dateng dokternya, pikirku. tak lama aku mebatin seperti itu, tiba-tiba ada pasien yang datang untuk melahirkan dan langsung di bawa ke ruang besalin. waduh, jangan-jangan dokter musti tangani yang melahirkan lagi, pikirku. tepat jam 19.00 dkter dateng, dan bener saja dugaanku, dokter langsung masuk ke ruang bersalin. Oh my God…selesai jam berapa nih dokter, semua bidan dan suster sibuk mengurus yang bersalin, tinggal kami para pasien yang ingin periksa dicuekin begitu saja. Tak lama muncul bidan, kutanya apakah masih lama dokternya? wah sepertinya masih lama, karna ada yang melahirkan katanya. langsung saja aku minta buku periksa ku dan kukatakan bahwa aku ga jadi periksa, besok saja pikirku. setelah kuterima buku periksaku, ku pulang dengan suamiku.
Esoknya hari libur dan aku malas sekali untuk ke dokter, besok saja saetelah pulang kerja pikirku. dan benar esoknya tanggal 31 Juli 2008 hari Kamis pulang kerja aku ke dokter. Kira-kira magrib aku sampai di dokter. lalu ku bertanya pada bidan disana “dokternya ada?” “ada, tapi jam 19.30 paling cepet dokternya dateng, soalnya masih di jakarta” kata bidan tersebut. Huh, lama lagi pikirku, kulangsung tanya ke suamiku dan suamiku bilang “ya sudah tunggu saja”. akhirnya aku daftar dan seperti biasa ditensi darah dan timbang berat badan. selesai itu aku dan suamiku langusng ke rumah mertuaku karena dekat, menunggu disana saja daripada di dokter tak ada hiburan.
Jam 19.30 aku berangkat lagi ke dokter sambil berharap dokternya sudah tiba tapi kenyataannya dokternya ga dateng-dateng. bidan pun tak tahu dokter ada dimana dan sampai dimana. jam 20.00 masih juga dokter tak dateng. jam 20.20 bidan bilang kayaknya dokter masih lama, kalo mau nunggu silahkan tapi kalo ga mau nunggu gpp, besok saja. aku pun panik, dan berfikir kalo dokternya masih di Jakarta berarti masih lama sampai sininya, dan seorang ibu lain akhirnya menyerah, dia bilang besok saja datang lagi, baru ibu itu bilang seperti itu, tiba-tiba dokter dateng, wah…Alhamdulillah jadi juga periksa pikirku.
Aku urutan ke dua sehingga tak lama menunggu. ketika namaku dipanggil, aku langsung disuruh periksa USG yang masih sama yaitu USG Vaginal agar bisa terlihat jelas janinku. dan ternyata…terlihat walaupun masih segede kacang dan panjangnya baru 1,15 cm. hihihi masih kecil ya? ini kira-kira bentuk janinku :
Kira-kira begitu bentuknya, terlihat seperti kacang bukan? tapi aku bangga dengannya, suatu anugrah untukku. Doakan agar janinku sehat dan tak kurang apapaun.
Fuih lega rasanya dan bahagia ketika tahu bahwa diriku hamil, menakjubkan rasanya. begini ceritanya :
bulan kemaren aku haid tanggal 12 juni 2008, 4 hari setelah aku menikah, kebayangkan? ketika tgl 12 juli 2008 aku ga dapet haid tuh, kupikir hal yang biasa karna biasanya aku pasti telat, jarang sekali tepat waktu, jadi cuek saja. 2 hari telat tepatnya tgl 14 juli perutku sakit sekali sampai akhirnya kutakmemutuskan untuk bekerja. aku berinisiatif untuk kedokter, dan ku bilang ke suamiku:”pak perut ibu sakit, kedokter aja yah” lalu suamiku bilang:”ya sudah bu kedokter”. pergilah aku dan suamiku kedokter, sampai disana, diperiksa dan dokter nanya :”sakit di ulu hati?” aku jawab:”iya dok”, trus dokter periksa n hasilnya “ini infeksi lambung”. ya sudah dikasih resep dan surat istirahat. pulanglah aku dan suamiku. sampai dirumah suamiku nanya “apa kata dokter bu?” aku jawab”infeksi lambung pak”, kemudian suamiku nanya lagi “ibu bilang telat haid ga?” aku bilang “enggak”. suamiku ga yakin kalo aku sakit lambung, akhirnya kami memutuskan untuk memebeli testpack kehamilan. sampai dirumah aku coba test dan hasilnya (-) negatif. berarti bener nih kupikir, kalo aku bukan hamil tapi sakit lambung. paling-paling besok dah dapet haid.
Seminggu berlalu tapi tak nampak juga haid itu muncul. wah aku semakin penasaran apakah hamil atau tidak. tapi kucoba bersabar sampai 10 hari, kalo ga haid juga harus kuperiksa pikirku. aku tidak tinggal diam, kucoba cari informasi mengenai tanda-tanda kehamilan di internet dan ada yang sama salah satunya keram perut seperti rasa ditusuk-tusuk dan seperti rasa ingin haid, trus buang air kecil terus, mual dan muntah. aku mengalami hal seperti itu, tapi akupun ragu bener ga sih aku hamil?
tepat 10 hari ku tak mengalami haid yaitu tgl 22 Juli 2008, tepat juga perutku serasa keram yang amat dipagi hari dan sedikit mual. akhirnya ku ijin untuk tidak masuk kerja. perutku keram tak menentu, dan suamiku pun bingung. keram perut itu hilang timbul hilang timbul. ku bilang ke suamiku “pak, coba beli testpack lagi, ibu dah 10 hari ga haid dan gejalanya kayak orang hamil” dan suamiku bilang “iya nanti siang bapak bawain”.
Siang hari itu juga suamiku membeli lagi testpack dan memeberikannya padaku “ini bu, tes lagi aja”. aku deg-degan sekali takut hasilnya (-) negatif lagi, kalo (-) negatif lagi, berarti ada apa-apa dengan diriku. ku cemas sekali. ku coba memberanikan diri tuk mencobanya. Sumpah…..cemas sekali aku, kutunggu hasilnya dengan cemas, aku berharap yang keluar adalah 2 garis yang tandanya (+) positif sedangkan 1 garis yang tandanya (-) negatif. pertama yang muncul hanya 1 garis, aku sudah sedikit lemas, tapi ga lama garis yang 1 nya lagi muncul yang akhirnya menjadi 2 garis dan itu artinya (+) positif. Hore….akhirnya aku HAMIL. aku langsung teriak memberitahu suamiku “bapak hasilnya (+) positif”. suamiku tanpa ekspresi hanya tersenyum memelukku dan bilang “selamat ya bu”. bahagia sekali kami. ini hasil testpack ku dengan 2 garis yang artinya (+) positif.
Masih merasakan hal yang tak diduga, aku masih penasaran, bener kan (+) positif? 2 garis kan? beberapa kali kulihat terus hasil test tersebut. sampai-sampai suamiku bilang “masih ragu bu? mo beli testpack lagi atau mo ke dokter kandungan aja biar yakin?” aku bilang “kedokter aja pak nanti malem biar puas”.
jam 6.30 habis magrib ku pergi kedokter, sampai di dokter jam 7.00 malem, ku daftar terlebih dahulu, tensi darah dan nimbang berat badan, selanjutnya menunggu dipanggil. ga lama menunggu akhirnya kudipanggil. ku bilang kedokter bahwa aku sudah testpack dan hasilnya (+) positif. dokter menyuruhku untuk ke tempat tidur untuk diperiksa. ya…aku di USG Vaginal, USG melalui vagina, baru seumur hidupku merasakan USG Vaginal seperti itu, yang rasanya biasa saja pikirku. dari situ terlihat ada janin ga dirahim ku, pertama nya dokter sulit menemukan janin ku, tapi akhirnya “ya dapet nih bu, ada bayinya, tapi masih kecil banget dan belom spesifik, tapi ini jelas bener bayi koq” fuih…syukurlah ternyata benar aku hamil. tak kelihatan jelas memang, makanya dokter memutuskan untuk aku kemabli lagi USG minggu depan tgl 29 Juli 2008, agar ga penasaran ma bentuk janinnya. Ini hasil USG rahim ku :
Bisa ngeliatnya ga? aku aja ga ngerti, tapi yg dikasih tahu suamiku, kira2 disitu lah letak bayiku, hehehe. masih kecil banget kira-kira besarnya 0.75cm. kecil kan? aku tak sabar melihat USG berikutnya. Doakan kandunganku baik-baik saja ya dan selamat sampai melahirkan tanpa kurang apapun, AMin.